Rabu, 24 Februari 2021

AKU RINDU SANG PUJAAN

 

Resah, Risau, memasuki relung

Masuk tanpa mengetuk

Hadir tanpa wujud,

Nampak tanpa tampak

Pekat dan Berdampak

 

Beban yang kau rasakan

Tak sebanding dengan yang orang lain rasakan.,

Seolah kita sama menanggungnya

adakah ruang kosong yang bisa meredam.

Walau hanya sebentar tuk berdiam.

Membuang semua pikiran yang suram

Agar sedikit lebih tentram.

 

Fajar Subuh anda terbangun,..

Menghirup segarnya udara sepoy sepoy

Kini tidak lagi terulang..

Kabut asap mengguliat, menutupi indah wajah cantikmu

Sinar yang terpancar tertutupi oleh masker yang kau pakai.

 

Kadangku berfikir… apa keinginan nya..?

sejatinya pikiran dan harapannya sama.,

Ingin dicintai dan di mengerti, di cumbui dan di manja.

Wanita dengan sejuta logika, jika ia gunakan hati dan rasionalitasnya  

Engkau butuh lebih banyak energy tuk hadapinya..

 

 

Tidak hanya dengan kata-kata,

Tapi dengan perbuatan,,

Tidak juga dengan perbutan,

Dengan kasih sayang..

Tidak dengan itu…

Dengan cinta.,

Tapi bukan hanya itu sepertinya…

DENGAN Apa?? Materi… Harta? Tahta??  hemmmm…

 

Engkau dengan segala., Fikiran.. Perasaan,.. Hasrat.. nafsu.. Amarah,, cinta,.. kasih., sayang …

Apapun itu yang timbul dari sosok wanita . . . butuh 3000 jalan untuk menaklukannya..

Bahkan banyak perceraian menjadikan alasan pria wanita tak menjalin penikahan..

Tapi tidak itu yang diharapkan Tuhan.. bukan hasil yang Ia lihat

Tapi proses yang ia nilai..

 

Di dunia ini hanya sosok mulia yang dapat menaklukan hati setiap insan

bahkan semua makhluk yang ada di dunia ini.

Engkau bisa berbuat apa saja terhadapnya, mencintainya, menyayanginya, bahkan menghina, mencaci, memakinya….namun Ia akan tetap tumbuh menebarkan wangi wangian kehidupan,

ia akan membalas dengan akhlaknya yang agung dengan do’anya yang makbul,

dengan tetesan airmatanya yang jernih, dengan akhlaknya yang agung,,

sekalipun ia telah pergi berabad abad, ia tetap hadir dijiwamu, menunggu kedatanganmu.,

Sampai engkau tak bisa berkata-kata apa-apa.

Ia menunggu sampai semua yang ia cintai masuk

Tanpa tersisa satu orang pun, kecuali orang-orang yang enggan

 

 

Ya Rosulullah, ya Rosulullah ya Rosulullah…

Aku hanya seorang hamba yang tercela, tak bisa ku menjaga diri,

kobaran api amarahku, membara membakar semua yang ada di sekitarku

Bahkan Air terjun pun, tak saunggup meredam kobaran itu.

Dengan cara apa lagi aku harus bersabar,,

 

Pantaskah engkau berjumpa denganku…. Aku merasa terhina,

tak sanggup ku berucap ketika Engkau merasa rindu, ingin berjumpa dengan ku.

bahkan sampai ingin mengantikan semua rasa sakit di krongkongan dengan kepergianmu…

mengalir air mata nuraniku, runtuh semua gunung-gunung, melebur semua isi dunia.

Aku hanyalah butiran debu yang tak berguna, engkau rela menanggung semua.

 

Tak ada alasan lagi tuk tidak mencintaimu,

Kekuatan itu adalah mengenamnu

Jalan itu adalah mengikutimu

Kedamaian itu adalah akhlaqmu

 

menyebut namamu saja aku malu,

pada semua dosa dan kesalahanku.

Aku hanya bisa menggantikan kegalauanku pada wanita

dengan dirimu wahai yang mulia

memikirkan wanita hanya akan membuatku sakit kepala                                       

tapi mengenangmu bisa mendamaikan segala upaya

 

 

 

 

Ya Rosulullah sungguh besar pengorbananmu

Engkau lari, sambil gemetar, keringat bercucuran

tak berdaya… Khadijah, khadijah,, khadijah,

Selimuti aku, tuangkan air dingin pada tubuhku…

Khadijah datang menyapa, memberikan sandaran hangat di tubuhnya

Menenangkan batinnnya, menentramkan raganya..

 

Wahai engkau yang berselimut.

Bangun dan sampaikan salamKu untuk mereka,

Ingatkan bahwa kelak Aku akan hadir meminta pertanggungan

Bagi mereka yang menerima salam Ku, bagi mereka yang menuruti perintahKu

Akan ku buatkan telaga untuknya dan Ku jadikan sungai-sungai dibawahnya,

Udara sejuk tak berasap dan bidadari-bidadari bersayap…

 

Beban itu berat jika aku tak mampu menanggungnya..

Tapi Dia percaya aku sanggup menerimanya…

Maka akan aku selesaikan tugasku sampai waktu yang telah ditentukan

Sampai raga tak dibutuhkan sampai darah bercucuran…

 

Hanya dengan cintalah salamku dan salam-Nya tersampaikan.

Oleh jiwa yang murni, hati yang bersih, nurani yang sehat.

Engkau akan merasakan nikmatnya kerinduan

Menunggu hadirnya sang pujaan, 

(dieqanshor)

KATA - KATA MUTIARA (ORANG BIASA)

hai wanita surga 

kau tutup keindahanmu dengan Hijab

kau sembunyikan parasmu dari pandangan

kau ulurkan jilbabmu dari yang panjang

kau kuatkan keyakinanmu dengan tenang

kau acuhkan komentar meyakitkan

kau abaikan cibiran cibiran

kau bentengi hati dari kotoran,

kau jalani dengan keimanan..

hai wanita surga ...

(dieqanshor)


ketika hati tak berbicara,

logika pun tak mampu berkata,

ketika tangan tak dapat menggapai

engkau tunjukan kebenaran

sungguh ia tetap besamamu dimanapun kau berdiam (alhadid-4)

(dieqanshor)


Melihat kebenaran dianggap kebohongan, 

mendengar keributan dianggap hiburan

dunia dalam kebalikan

(dieqanshor)


rinai hujan basahi wajahmu

seketika luntur hiasanmu

jangan marah..

karena hujan ingin melihatmu tampil alami

lebih segar dan manusiawi

(dieqanshor)




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More